CEDS UNPAD

Pembicara & Moderator

How to lose Friends and Alienate people
Amien Rais
Guru Besar UGM, Tokoh reformasi
Keynote speaker
Nothing like the holidays
Faisal Basri
Ekonom Universitas Indonesia
Panelis
How to lose Friends and Alienate people
Arief Anshory Yusuf
Dosen FEB UNPAD, Direktur, CEDS UNPAD
Panelis
How to lose Friends and Alienate people
Muradi
Dosen FISIP UNPAD, Tokoh Mahasiswa 1998
Panelis
How to lose Friends and Alienate people
Bambang Prijambodo
BAPPENAS
Panelis
How to lose Friends and Alienate people
Budhiana Kartawijaya
Pimred HU Pikiran Rakyat
Moderator
How to lose Friends and Alienate people
Ben Satriatna
Peneliti, CEDS UNPAD
Moderator

Waktu

How to lose Friends and Alienate people
Selasa
25 Juni 2013
08:30 - 13:00

Tempat

How to lose Friends and Alienate people
Bale Rumawat 
Kampus UNPAD
Jl. Dipati Ukur No. 35
Bandung - 40132
How to lose Friends and Alienate people

Supported by


Sebuah Penelusuran Fakta Perkembangan Indikator Keberpihakan Pembangunan di Era Reformasi dan Strategi Kedepan

Tepat 15 tahun lalu, bangsa Indonesia memasuki momen penting dalam sejarah keberadaannya. Dengan tegas dan kolektif, bangsa ini memutuskan untuk keluar dari belenggu otoritarian dan melangkah menuju bangsa yang lebih demokratis. Bangsa Indonesia memasuki gerbang reformasi.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan tegas dan eksplisit menyatakan bahwa tujuan berbangsa adalah mensejahterakan rakyat dan ini pulalah yang menjadi tujuan akhir reformasi yaitu kesejahteraan yang adil dan merata. Selayaknya reformasi menjadi kendaraan untuk mencapai cita-cita mulia ini.

Selama 6 bulan terakhir, Center for Economics and Development Studies (CEDS), Universitas Padjadjaran melakukan pengkajian perkembangan berbagai indikator keberpihakan pembangunan selama lebih dari dua dasawarsa terakhir serta membandingkan periode pra-reformasi (1990-1996) dan era reformasi (2001-2012). Tanpa mengabaikan progres pada berbagai aspek pembangunan lainnya terdapat hal-hal yang patut menjadi catatan dan tantangan dalam menentukan bentuk dan arah reformasi ke depan.

Catatatan-catatan tersebut mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan era pra reformasi, pada era reformasi:

  1. Terjadi peningkatan jumlah dan proporsi kelas menengah (middle class) yang cukup cepat, tetapi terjadi perlambatan dalam penurunan kemiskinan
  2. Pertumbuhan ekonomi menjadi semakin tidak pro-poor dimana pertumbuhan kesejahteraan rata-rata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kesejahteraan rakyat miskin
  3. Pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan akan tetapi ketimpangan meningkat sehingga menyentuh level tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah. Indonesia menjadi termasuk negara-negara dengan kategori yang berpendapatan relatif rendah tetapi dengan ketimpangan tinggi.
  4. Kesenjangan angka partisipasi perguruan tinggi mengalami peningkatan selama 20-an tahun terakhir, dan kesenjangan tersebut meningkat cukup pesat terutama di era reformasi.
  5. Sementara di era pra-reformasi kesenjangan akses terhadap air bersih mengalami penurunan, di era reformasi penurunan kesenjangan tersebut tidak berlanjut.
  6. Akses terhadap kesempatan kerja formal untuk golongan rakyat berpenghasilan rendah cenderung mengalami penurunan di era reformasi.

Secara garis besar terindikasikan bahwa selama satu dasawarsa terakhir di era reformasi, ketimpangan pendapatan mengalami peningkatan pesat yang juga disertai perlambatan dalam pengurangan ketimpangan kesempatan (inquality of opportunity) terutama dalam akses terhadap perbaikan kualitas sumber daya manusia (pendidikan dan kesehatan) serta kesempatan kerja yang layak.

Oleh karena itu, dirasa perlu berbagai pembenahan dari segala dimensi untuk menjaga agar kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengalami berbagai perubahan di era reformasi terjaga khittah-nya yaitu dalam konteks mencapai bukan hanya masyarakat yang makmur tetapi juga adil dan merata. Pembangunan selama ini ternyata masih tetap belum berpihak sepenuhnya kepada segenap rakyat terutama golongan marginal. Rakyat masih belum mencicipi dan tetap menantikan buah reformasi berupa kesejahteraan yang hakiki. Saatnya bangsa Indonesia untuk melakukan pembenahan dalam berbagai aspek kebangsaan agar penantian rakyat akan buah dari reformasi ini dapat segera diakhiri dan masyakat yang adil dan makmur yang menjadi cita-cita pendiri bangsa ini dapat segera tercapai.

Dalam seminar ini, akan dipaparkan temuan kajian CEDS mengenai perkembangan berbagai indikator keberpihakan pembangunan pada era pra dan pasca reformasi, kemudian akan mengundang berbagai tokoh dan akademisi untuk mendiskusikan arah dan strategi reformasi ke depan.

Agenda

08.00 - 08.30 Pendaftaran
08.30 - 09.00 Pembukaan dan peluncuran dashboard keberpihakan.org
09.00 - 09.30 Keynote speech: "Evaluasi kehidupan berbangsa dan bernegara di era reformasi pada dasawarsa terakhir dan arah ke depan" Amien Rais (Guru besar UGM, Tokoh pelopor reformasi)
09.30 - 10.30 Paparan CEDS UNPAD: "Penelusuran Fakta Perkembangan Indikator Keberpihakan Pembangunan di Era Reformasi" Moderator: Ben Satriatna (CEDS, UNPAD)
Presenter:  Arief Anshory Yusuf, M. Purnagunawan, M. Fahmi, Adiatma Siregar (CEDS, UNPAD)
10.30 - 13.00 Diskusi panel: "Reformasi dan kesejahteraan, kini dan arah ke depan"
Moderator: Budhiana Kartawijaya (HU Pikiran Rakyat)
1. "Tantangan meningkatkan kesejahteraan di era reformasi",
Faisal Basri (Universitas Indonesia)
2. "Politik dan demokrasi di era reformasi: aspirasi dan tantangan"
Muradi (Dosen FISIP UNPAD dan tokoh mahasiswa 1998)
3. "Manajemen pembangunan di era reformasi",
Bambang Prijambodo (BAPPENAS)
4. "Strategi kedepan dalam mengurangi ketimpangan",
Arief Anshory Yusuf (Director, CEDS UNPAD)



Photo Credit: ROSS HONG KONG via Compfight cc

 
You are here: Home Seminars Menanti Buah Reformasi